Sahur Bareng 2008

Marhaban ya Ramadhan…

Bulan yang suci, bulan yang penuh berkah kembali datang, sebuah kesempatan bagi umat muslim untuk berlomba dalam beramal, berharap ridho Allah SWT…

Barang siapa bertaqarrub kepada-Nya (di bulan Ramadhan) dengan suatu kebaikan, ia bagaikan melakukan suatu kewajiban di bulan lainnya.

Barang siapa melakukan suatu kewajiban pada bulan ini, maka ia sama dengan orang yang melakukan tujuh puluh kali amalan wajib di bulan lainnya.” (HR Ibnu Khuzaimah).

Setelah sore sebelumnya mengadakan acara buka bersama, nah sekarang kita dari UKM HINMAPEMSI mengajak teman2 untuk berbagi kebahagiaan & rejeki yang berlebih dengan teman2 kita yang kurang mampu disana, dan kita juga dapat merasakan apa yang mereka rasakan, dan kembali rekan-rekan HIMAPEMSI STMIK INDONESIA menyelenggarakan acara “Sahur Bareng wan kaum du’afa yaitu Pemberian Sahur Kepada Kaum-kaum Duafa”, Pada subuh minggu tepatnya tanggal 14 September 2008. acara dititik beratkan pada acara Bakti Sosial Pemberian Sahur Kepada Kaum Duafa di Pusat Kota Banjarmasin.

Acara dimulai pukul 03.00 WITA dengan Saur bersama di kampus STMIK INDONESIA yang di hadiri ketua STMIK INDONESIA, Ketua Yayasan Pendidikan Bina Ilmu dan semua anggota HIMAPEMSI serta para Undangan wartawan Media Cetak dan Televisi.

03.30 WITA, kita sepakat untuk melanjutkan acara dengan pembagian sahur kepada kaum duafa sekitar mesjid Sabilal. yang diikuti anggota HIMAPEMSI dan Bapak Muhammad Budairi SH, MH selaku Ketua STMIK INDONESIA dan Ketua Yayasan Pendidikan Bina Ilmu Serta Para Wartawan media cetak dan Televisi, Berangkat dari Sabilal kita mulai menyisir daerah Jembatan dan pinggir jalan kota Banjarmasin. Kegiatan ini mengahabiskan 200 bungkus kotak nasi yang disediakan panitia dalam acara ini.

05.00 WITA, hmmm.. baksos selesai, sahur bersama? Tuntas!.. akhirnya rombongan

sepakat untuk balik kanan, membubarkan diri, pulang ke rumah masing-masing.. acara selesai.

“Siapkan segala sesuatu sebelum kedatangannya, Kesuksesan sebuah perbuatan sangat ditentukan oleh jelasnya tujuan dan matangnya persiapan.”

Wallaahu a’lam. (atk)

Iklan